Ringkasan
Psikosis alkoholik termasuk gangguan mental akibat alkohol. Halusinasi dan waham menonjol menjadi ciri penyakit. Gejala terjadi selama atau segera setelah intoksikasi alkohol akut atau putus alkohol. [1]
Klasifikasi sumber
Klasifikasi
[1]Dalam taksonomi sumber, kondisi ini termasuk gangguan mental akibat alkohol.
Karakteristik kondisi
Ciri utama
[1]Halusinasi dan waham menonjol menjadi ciri penyakit.
Waktu muncul
[1]Gejala terjadi selama atau segera setelah intoksikasi alkohol akut atau putus alkohol.
Hubungan dan klasifikasi
Informasi hubungan bersumber belum tersedia.
Lihat hubungan dan rujukanHubungan ini bukan dasar diagnosis.
Ilustrasi dan diagram
Panah: subkelas langsung. Diagram ini bukan anatomi atau penyebab penyakit.
Sumber informasi
Rilis 30 September 2026.
Definisi asli dan klasifikasi sumber
An alcohol-induced mental disorder involving prominent hallucinations and delusions occurring during or shortly after acute alcohol intoxication or withdrawal.
Kategori pada diagram mengikuti hubungan langsung “is_a” pada sumber. Klasifikasi ini tidak menyatakan penyebab penyakit.
2026-09-30; Git ba0870d79fc16fedeac1b33abbcb9923e366e05a. Diakses 13 Oktober 2026.
Fakta dan lokasi rujukan
Klasifikasi · DOID:252 · edges.is_a.
Ciri utama · DOID:252 · meta.definition: ciri.
Waktu muncul · DOID:252 · meta.definition: waktu.
Konsep penyakit manusia dalam Disease Ontology; ciri yang disebut tidak selalu hadir pada setiap orang. Ontologi riset internasional; bukan pedoman diagnosis atau terapi Indonesia.
CC0 1.0 Universal Ketentuan penggunaan.
Pemeriksaan sumber
Codex (AI) menyusun adaptasi bahasa Indonesia dan memeriksa definisi, nama gen, lokus, serta hubungan dalam sumber. Pemeriksaan ini terbatas pada sumber dan struktur. Konten belum ditinjau oleh tenaga kesehatan atau penerjemah medis independen.
Isi profil: . Penyajian halaman: .
Tanggal pemeriksaan sumber: 13 Oktober 2026. Dijadwalkan diperiksa ulang: 13 Januari 2027. Tanggal tersebut adalah jadwal, bukan bukti pemeriksaan telah dilakukan.
Informasi ini bersifat edukatif. Penilaian kondisi pribadi memerlukan tenaga kesehatan.