Gangguan aksila nonneoplastik
Non-Neoplastic Axillary DisorderGangguan nonneoplastik ini mengenai struktur pada aksila atau ketiak. Contohnya mencakup limfadenitis aksilar serta abses aksilar.
10.048 profil bersumber. Halaman 222 dari 838: Gangguan aksila nonneoplastik hingga Gangguan biogenesis peroksisom 1A.
Cari atau saring profil →Gangguan nonneoplastik ini mengenai struktur pada aksila atau ketiak. Contohnya mencakup limfadenitis aksilar serta abses aksilar.
Ingatan yang sebelumnya terbentuk dapat hilang. Kemampuan membentuk ingatan baru dapat hilang. Kemampuan mempelajari informasi baru juga dapat hilang pada gangguan kognitif ini.
Gangguan ini melibatkan gangguan ingatan anterograd atau retrograd akibat konsekuensi fisiologis langsung kondisi medis umum. Gangguan ingatan tersebut bukan akibat delirium atau demensia.
Gangguan ini melibatkan gangguan ingatan anterograd atau retrograd yang berkaitan dengan efek menetap penggunaan zat. Gangguan ingatan berlanjut melebihi durasi biasa intoksikasi atau putus zat.
Gangguan nonneoplastik atau neoplastik ini mengenai saluran anus atau tepi anus. Contoh nonneoplastik mencakup hemoroid dan ulkus anus; contoh neoplastik mencakup karsinoma, limfoma, serta melanoma.
Gangguan artikulasi termasuk gangguan bicara. Bunyi ujaran salah diucapkan melalui penghilangan, distorsi, penggantian, atau penambahan bunyi. Kesalahan tersebut dapat membuat ujaran sulit dipahami.
Pola makan menghindar atau selektif berlangsung menetap. Pola tersebut gagal memenuhi kebutuhan gizi. Defisiensi gizi bermakna atau penurunan berat badan menjadi akibat yang dijelaskan.
Gangguan autistik termasuk gangguan spektrum autisme. Gejala mencakup komunikasi, interaksi sosial, serta minat dan perilaku repetitif terbatas, dengan perkembangan bahasa terlambat. Definisi menetapkan onset gejala sebelum usia 3 tahun.
Gangguan ini ditandai oleh keengganan ekstrem yang berulang atau menetap serta penghindaran kontak genital dengan pasangan seksual. Keengganan tersebut tidak disebabkan gangguan psikiatrik lain.
Gangguan bahasa ekspresif termasuk gangguan bahasa. Ekspresi verbal dan tertulis sulit; kemampuan bahasa lisan ekspresif jauh di bawah tingkat yang sesuai usia mental. Pemahaman bahasa tetap berada dalam batas normal.
Pemerolehan bahasa mengalami kesulitan. Perkembangan pada aspek lain disebut normal. Tidak ada faktor penjelas yang jelas dalam definisi kondisi ini.
Pewarisan kelainan ini mengikuti pola autosomal resesif. Penyebab kondisi tersebut adalah mutasi pada gen PEX1.