Borderline Ovarian Endometrioid Cystadenofibroma
Neoplasma epitel ovarium dengan ruang kistik yang dilapisi sel epitel kelenjar atipik menyerupai sel endometrium. Stroma ovarium di sekitar neoplasma bersifat fibrotik.
10.048 profil bersumber. Halaman 77 dari 838: Borderline Ovarian Endometrioid Cystadenofibroma hingga Boucher-Neuhauser syndrome.
Cari atau saring profil →Neoplasma epitel ovarium dengan ruang kistik yang dilapisi sel epitel kelenjar atipik menyerupai sel endometrium. Stroma ovarium di sekitar neoplasma bersifat fibrotik.
Neoplasma epitel ovarium berderajat rendah ini memiliki ruang kelenjar atau kistik berisi sel epitel atipikal menyerupai endometrium. Terdapat mikroinvasi pada stroma ovarium.
Neoplasma epitel campuran proliferatif ovarium ini berderajat rendah dan noninvasif. Sebagian besar kasus terdiri atas sel serosa dan sel musinosa tipe endoservikal.
Neoplasma ovarium noninvasif ini tersusun atas sel epitel tipe gastrointestinal yang mengandung musin. Proliferasi sel dan atipia sitologinya lebih besar dibanding tumor musinosa ovarium jinak.
Neoplasma epitel ovarium berderajat rendah ini memiliki sel neoplastik serosa dan musinosa yang atipikal. Terdapat mikroinvasi pada stroma ovarium.
Neoplasma berpotensi ganas rendah ini berasal dari sistem reproduksi perempuan. Hampir semua kasus dilaporkan pada ovarium.
Botulisme termasuk infeksi bakteri primer. Intoksikasi melibatkan neurotoksin botulinum BoNTA, B, E, dan F di sambungan neuromuskular, menyebabkan kelumpuhan otot desenden. Definisi mengaitkannya dengan Clostridium botulinum A, B, E, dan F.
Intoksikasi disebabkan oleh neurotoksin botulinum BoNTA, B, E, dan F. Paparan terjadi melalui makanan yang telah terkontaminasi toksin yang sebelumnya terbentuk. Penglihatan kabur, diplopia, disartria, disfonia, disfagia, dan kelumpuhan otot yang menurun termasuk manifestasi yang disebut.
Definisi menjelaskan intoksikasi pada orang dewasa akibat neurotoksin botulinum BoNTA, B, E, dan F. Clostridium botulinum tipe A, B, E, dan F dicantumkan sebagai dasar biologisnya. Spora bakteri tertelan, kemudian tumbuh di usus dan melepaskan toksin.
Definisi menyebut intoksikasi akibat neurotoksin botulinum BoNTA, B, E, dan F. Spora Clostridium botulinum tipe A, B, E, atau F berkontak dengan luka terbuka. Bakteri berkembang biak dalam lingkungan anaerob dan menghasilkan toksin.
Neurotoksin botulinum BoNTA atau B mendasari intoksikasi pada bayi yang dijelaskan. Spora Clostridium botulinum A atau B tertelan, kemudian tumbuh di usus dan melepaskan toksin. Konstipasi, letargi, kesulitan makan, ptosis, hilangnya kontrol kepala, dan kelemahan otot termasuk gejala yang dicantumkan.
Gambaran klinis dapat mencakup ataksia spinoserebelar, hipogonadisme hipogonadotropik, distrofi korioretina. Dasar molekulernya adalah mutasi homozigot atau heterozigot majemuk pada gen PNPLA6.